Tampilkan postingan dengan label Pulau Jawa. Tampilkan semua postingan

History SoeBex Mania Bekasi



SOEBEX MANIA berdiri pada tanggal 09 Mei 2007. Mendukung pertama kalinya, pada saat PERSIPASI Kota Bekasi melawan PERSEBI Boyolali pada laga Liga Divisi Satu 2007/2008 yang saat itu anggota SOEBEX MANIA hanya terdiri dari 20 sampai 30 orang anggota. Awalnya para pendiri SOEBEX MANIA sempat memikirkan nama yang sesuai, ada beberapa nama yang terpikirkan seperti BEKASI MANIA ( BEKMAN ), SUPPORTER PERSIPASI MANIA ( SUPERMAN ), dan SUPPORTER BEKASI ( SOEBEX MANIA ). Dan terbersit dari salah seorang pendiri dia menyebut SOBEK yang terinspirasi dari salah seorang artis lawak yang sudah terkenal yaitu TUKUL yang kala itu sering menyebut kata dengan ucapan ciri khasnya beliau yaitu “ Ta’ sobek – sobek “ dalam sebuah acara televisi swasta Indonesia. Karena ketidak asingan kata “ sobek “ itulah maka nama yang diambil untuk nama supporter PERSIPASI Bekasi, ) agar lebih mudah di ucapkan dan dikenal.maka tercetuslah nama SOBEK MANIA ( SOEPERTER BEKASI ).

Selama perjalanan waktu nama SOBEK MANIA berubah menjadi SOEBEX MANIA yang memiliki arti “ Soeporter Bekasi X “ dan mengapa dalam penulisan “ supporter “ memakai penulisan jaman dahulu menjadi “ soepporter “ itu karena, kota Bekasi terkenal akan Kota Perjuangan dan untuk lebih memiliki arti perjuangan itu sendiri, maka diambil kata “ SOEPORTER “. Dan untuk penulisan SOEBEX nya sendiri tidak memakai huruf “ K “ tetapi “ X “ itupun memiliki history tersendiri. Karena, sebelum terbentuknya SOEBEX MANIA sebagai supporternya warga Bekasi, di kota urban seperti Bekasi ini sebelumnya sudah berdiri terlebih dahulu beberapa nama supporter team sepakbola luar kota Bekasi yang keanggotaannya adalah warga Bekasi itu sendiri. Dan untuk mempersatukan warga Bekasi sendiri dalam mendukung team kota Bekasi PERSIPASI Kota Bekasi dan PERSIKASI Kabupaten Bekasi kesayangannya sendiri maka diambil huruf “ X “ sebagai arti keanggotaan SOEBEX MANIA sendiri sangat majemuk yang terdiri dari berbagai Golongan, Ras dan Suku maupun beberapa mantan anggota supporter lainnya yang bersatu dan bangga akan adanya team diKota tercinta ini.

Untuk logo SOEBEX MANIA memakai lambang kelelawar itupun memiliki history tersendiri , mengapa diambil lambang kelelawar bukannya binatang lainnya. Lambang kelelawar diambil karena pada saat itu didaerah berdirinya SOEBEX MANIA terdapat gudang kelelawar yang dilihat setiap waktu sore hari kelelawar itu keluar dari gudangnya secara bersama – sama, itulah yang mengilhami dari para pendiri SOEBEX MANIA untuk diambil sebagai lambang yang mengartikan bahwa SOEBEX MANIA selalu bersama – sama dalam memberikan dukungan, memecahkan suatu masalah dan untuk mengapreasikan rasa persaudaraan yang tinggi. Adapun dalam bendera lebih dominan warna hijau stabilo ( Greenlight ) dan merah menyala, itupun diambil dari warna kaos yang dipakai oleh team kebanggaan PERSIPASI Kota Bekasi dan mengartikan akan kecerahan sikap yang teguh, loyalitas dan mandiri sedangkan merah mengartikan akan keberanian dalam mengambil sikap dan prinsip untuk mendukung team PERSIPASI Kota Bekasi sebagai team kebanggaan kota Bekasi.


Adapun awalnya berdirinya SOEBEX MANIA sendiri belum memiliki legalitas hukum akan tetapi lambat laun dari anggota SOEBEX MANIA mencetuskan suatu ide untuk melegalkan legalitas SOEBEX MANIA untuk memiliki badan hukum sendiri terlepas dari team kesayangan karena keinginan anggota SOEBEX MANIA untuk dapat lebih mandiri dan bukan berarti SOEBEX MANIA untuk berdiri tanpa membantu kelangsungan team itu sendiri tapi lebih menitik berat kan akan kemandirian agar dapat mengelola anggota SOEBEX MANIA agar lebih mengerti akan loyalitas, Perjuangan dan Mandiri. Dan atas berkat do’a dari seluruh anggota dan warga masyarakat Bekasi, maka SOEBEX MANIA menjadi Yayasan SOEBEX Indonesia yang disahkan akta notaris dengan No. 25 tanggal 29 Juli 2011, dan untuk mendapatkan legalitas pun SOEBEX MANIA harus melewati beberapa rintangan dan hambatan, atas berkat perjuangan anggotalah akhirnya SOEBEX MANIA memiliki badan hukum sendiri.


Kegiatan SOEBEX MANIA pun tidak hanya dunia kesupporteran untuk mendukung team sepakbola kesayangan tapi ada pula kegiatan sosial, kegiatan usaha, pemberdayaan anggota, dan kegiatan lainnya untuk menunjang aktivitas SOEBEX MANIA itu sendiri.
Sebagai warga masyarakat Bekasi merasa untuk saatnya mendukung PERSIPASI Kota Bekasi di setiap pertandingan dan turut serta dalam memajukan persepakbolaan Bekasi dan Nasional. YAYASAN SOEBEX INDONESIA juga perlu melakukan kegiatan yang berinteraksi terhadap masyarakat dan lingkungan olahraga yang ada di Bekasi. Bahwa peranan YAYASAN SOEBEX INDONESIA dalam memajukan persepakbolaan yang berjiwa penuh pengabdian dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan persepakbolaan Bekasi pada umumnya.


Demi membentuk wadah supporter yang kreatif dan loyalitas terhadap team sepakbola Bekasi dan untuk membina rasa kekeluargaan antar supporter yang ada di Indonesia,serta salah satu rasa persatuan dan kesatuan Indonesia. Guna merealisasikan hal tersebut, maka kami selaku salah satu supporter yang tergabung dalam YAYASAN SOEBEX ( Soeporter Bekasi ) INDONESIA ,merasa bertanggung jawab moral dan materi untuk turut serta mengembangkan persepakbolaan Bekasi dengan cara mengadakan pengkaderan anggota didalam pelaksanaan untuk mendukung PERSIPASI Kota Bekasi dengan tujuan untuk melakukan pembinaan dalam dukungan terhadap pertandingan. Dan adanya kegiatan-kegiatan lainnya dilaksanakan terhadap aplikasi dukungan yang diharapkan sebagai langkah untuk menampung dukungan dan mengembangkan jiwa dan rasa loyalitas yang tinggi terhadap PERSIPASI Kota Bekasi. Oleh karena itu, sebagai sasaran dalam dukungan tersebut bukan hanya sebagai tempat hiburan semata,akan tetapi dapat diadakan dengan disiplin dari masing-masing anggota sebagai tempat menunjang dukungan dan kreatifitas.
  Jadi sasaran pelaksanaan yang telah kami lakukan selama ini diharapkan relevan dan merupakan bagian dari dukungan terhadap persepakbolaan Bekasi dengan dilandasi pola pikir dan jiwa seseorang yang bertujuan untuk membina para anggota YAYASAN SOEBEX ( Soeporter Bekasi ) INDONESIA dalam memajukan persepakbolaan Bekasi dan Indonesia dimasa yang akan datang.
Rabu, 19 Juni 2013

History NJ Mania Jakarta Utara








NORTH JAKMANIA atau sebutan populernya NJ Mania adalah nama suporter tim yang baru berkiprah di ajang kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2006, Persitara Jakarta Utara. Kiprah mereka pun belum terasa gaungnya. Sejak terbentuk tanggal 25 Februari 2005, NJ Mania hanya beranggotakan tak kurang dari 5.000 orang.

Seiring dengan prestasi "Laskar Si Pitung"hari demi hari jumlah anggota NJ Mania pun bertambah. Saat ini tercatat 7000 an personel yang siap mendukung Persitara dalam keadaan menang maupun kalah. Mereka pun mengusung slogan untuk menyemangati Persitara "tak sekadar numpang lewat cing.." Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah hingga mendekati angka 10 Ribu .  Namun dengan seiring turunnya klub ibukota Persitara populasi NJ Mania pun semkain turun hanya wilayah Jakarta Utara tertentu saja di duduki NJ Mania dan Wilayah Lainnya di Jakarta Utara di duduki The Jakmania. Kisaran tidak lebih dari 1000 orang saja anggota resmi NJ Mania. 

History Laskar Benteng Viola Tangerang





SEJARAH LA.VIOLA

Laskar Benteng Viola didirikan pada tanggal 23 desember 2001 merupakan wadah supporter sepakbola pencinta Persita Tangerang yang memiliki jiwa kreatif dan sportif yang pada perkembanganya Laskar Benteng Viola telah memiliki 70 korwil dan 3000 anggota.
sebelum bernama Laskar Benteng Viola semua tergabung dalam Persita fans Club yang kemudian diadakan munaslub di kantor KONI Tangerang dan disetujuilah nama Laskar Benteng Viola. Namun dengan seiring berjalannya masa ke masa supporter Benteng Viola sering mengalami gesekan atau keributan dengan supporter saudaranya sendiri Benteng Mania karena Benteng Viola yang mendukung Persita home base mereka di Kota Tangerang di mana itu adalah Home Base dari Persikota. Akibat keributan ini Benteng Viola kerap terkena sanksi dari tanpa penonton,pindah homebase,dilarang masuk kota tangerang dan bahkan di pindah home base mereka ke kota lain akibat keributan. Adanya keributan ini Laskar Benteng Viola mendirikan subuah komunitas yaitu Viper (Viola Perdamaian) untuk mengurangi terjadinya keributan.

untuk VIOLA diseluruh se JAGAD RAYA....
JANJI UNTUK SEBUAH KEJAYAAN PERSITA

KAMI PUTRA PUTRI LASKAR BENTENG VIOLA MENJUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS
RELA BERKORBAN HARTA NYAWA DEMI PERSITA
MENJAGA NAMA BAIK "LBV" DAN PERSITA
SELALU ADA DIMANA PERSITA BERLAGA
KARENA KAMI ADALAH LASKAR BENTENG VIOLA

History Bonek Surabaya





Bonek dikenal sejak 1990-an. Bonek atau bondo nekat untuk menjuluki para suporter sepak bola yang tidak memiliki bekal atua modal (bondho). Namun mereka tak surut (nekat) untuk membela tim kesayangannya. Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989 . untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa. Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.

Perilaku bonek sebenarnya warisan turun-temurun yang berlangsung cukup lama. Perilaku ini bermigrasi dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai Brantas yang membentang dari Kediri sampai Surabaya.
Bentangan wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai ekologi budaya Arek. Cakupan wilayahnya membentang dari pesisir utara di Surabaya hingga ke daerah pedalaman selatan, daerah Malang. Wilayah ini tergolong paling pesat perkembangan ekonominya, 49 persen aktivitas ekonomi Jatim ada di sini. Tak heran bila arus migrasi dari wilayah lain banyak masuk ke kawasan ini.
Bentangan ini kemudian oleh budayawan Ayu Sutarto disebut salah satu sub kultur yang ada di Jawa Timur, yaitu subkultur Arek. Arek sebagai salah satu kekayaan kultur Jawa Timur memiliki karakteristik yang keras khas pesisiran.
Karakter keras tersebut pun lebih pada sikap pantang menyerah, ngeyel, dan keteguhan mempertahankan pendapat serta prinsip sebagai wujud penghargaan tertinggi mereka terhadap harga diri.

Karena banyak bersentuhan dengan pendatang dari latar budaya, mereka membentuk budaya yang khas, budaya komunitas Arek. Mereka mempunyai semangat juang tinggi, solidaritas kuat, dan terbuka terhadap perubahan.
Karakter semacam ini dijelaskan oleh Autar Abdillah sebagai perpaduan hegemoni Mataram dan kerasnya alam yang membentuk budaya Arek. Autar memaparkan itu dalam tesisnya berjudul Hegemoni Mataram Terhadap Budaya Arek. Menurut Autar, tantangan alam yang keras selama lebih dari lima abad membuat mental dan karakter generasi Arek praktis menjadi begitu teruji.

Budaya Arek, menurut dosen Sendratasik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini, mengalami proses pembentukan yang panjang. Proses pembentukan itu bisa ditelusuri lewat buku Von Faber berjudul Er Werd Een Stad Geboren (1953). Di dalamnya terdapat pembabakan proses terbentuknya budaya Arek yang didasarkan pada peta yang dibuat pemerintah koloni sejak abad ke-9.
Setidaknya ada tiga peta yang telah dibuat, yakni abad ke-9, abad ke-10 dan abad ke-13. Ketiga peta ini merupakan sumber penting untuk memetakan perkembangan kondisi Surabaya, berikut karakter masyarakatnya.
Rabu, 12 Juni 2013

History Panser Biru Semarang




Gedung berlian dan tragedi Manahan mempunyai arti yang sangat penting bagi lahirnya Panser Biru.Di dua tempat itulah awal mula terbesit untuk membentuk organisasi suporter atraktif pertama di Semarang bernama Panser Biru. Tragedi Manahan telah menjadi spirit bagi cah-cah Semarang untuk membentuk suatu kelompok organisasi supporter yang atraktif dan kreatif,maklum saja tragedi Manahan selain membuat banyak jatuhnya korban secara fisik tetapi juga secara psikis karena terdegradasinya PSIS ke Divisi 1 untuk pertama kalinya selama Ligina digulirkan.


Diawali dengan bertemunya sekitar 15 orang gila bola di Gedung Berlian JL.Pahlawan Semarang ,mereka mulai membicarakan embrio terbentuknya suatu kumpulan supporter yang terorganisir, mereka adalah Ari Sudrajat, Arief Pamungkas, Beny Setyawan, Miko, Duryanto“pesek”, Djoened, Dody, Oky, Ibnu, Sastono, Bayu, Aris, Nevo, Agus, Arief. Dari situ terbentuklah nama “Forum Peduli PSIS”, dan nahkoda sementara dipegang oleh Duryanto “Pesek”. Lambat laun tiap minggu secara kontinyu pertemuan terus diadakan di Stadion Tri Lomba Juang Mugas Semarang. Tanggal 22 Oktober 2000 pertemuan pertamanya diikuti hanya oleh 20 orang saja.
Selanjutnya pertemuan kedua tanggal 29 Oktober 2000 diikuti oleh 35 orang,dan finalnya tanggal 5 November 2000 pertemuan yang ke 4 berhasil diikuti oleh 75 orang yang secara aklamasi fans PSIS yang berkeumpul ini sudah mulai mencari nama yang pantas disandang oleh organisasi yang akan dibentuk ini.Ada usulan nama Fan Bos ( Fans Bocah Semarang ) yang diusulkan oleh anak-anak Semarang Selatan, Pasukan Suporter Semarang-Biru ( Panser Biru ) oleh Sdr Beny Setyawan, Bosnia ( Bocah Semarang Mania ) yang disuarakan Anak Banyumanik, SAS, Bocah Semarang ( Bocas ), Tiffosi, dan masih banyak lagi. Selain itu sejumlah lagu juga telah diusulkan untuk dinyanyikan apabila PSIS sedang berlaga di stadion. Aklamsi akhirnya membuktikan kalau nama Panser Biru karya Sdr Beny Setyawan banyak mendapat suara dari fans PSIS sehingga sejak saat itu dipilihlah nama Panser Biru menjadi nama organisasi supporter sepakbola baru Semarang.


Semangat anak-anak Semarangpun mulia berkobar-kobar menyambut terbentuknya organisasi baru PSIS ini layaknya api yang membara. Puncaknya tanggal 1 Desember 2000 pada saat latihan perdana PSIS di stadion Jatidiri yang akan mempersiapkan diri berlaga di divisi 1 liga Indonesia ,Panser Biru mulai beraksi untuk pertama kalinya di depan publik . Segala gerakan,tarian serta yel-yel atraktif mulai diperlihatkan secara menarik.Nuansa tersebut sebelumnya belum pernah ada di dalam stadion.Para pecinta PSIS pun yang sedang melihat latihan banyak yang terperangah melihat ada “sesuatu” yang baru di tengah-tengah mereka.Gelora anak Panser tak hanya sampai di sini saja,tetapi terus berlanjut dari tiap pertandingan ke pertandigan kandang maupun tandang PSIS.Nah,setelah melalui proses yang panjang akhirnya tanggal 25 Maret 2001 nama besar Panser Biru dideklarasikan sebagai organisasi supporter pertama PSIS yang mengusung kreatifitas dan atraktifitas di komplek GOR Tri Lomba Juang Mugas Semarang yang juga dihadiri kurang lebih 5000 orang simpatisan.


Pasang surut,terpuruk dan jaya,senang maupun susah,sehat dan sakitnya Panser sudah banyak dirasakan kelompok ini.Ya, sekali lagi semangat satu Semarang satu yang digelorakan dari dulu hingga kini masih terus dipegang serta dihayati oleh semua anggota dengan satu tujuan tentunya yaitu mendukung PSIS menjadi klub sepakbola terbaik di kasta tertinggi kancah persepakbolaan Indonesia. 

History Viking Bandung




Melihat rangkaian sejarah Viking Persib Club memang tidak akan terlepas dari perjalanan Persib Bandung itu sendiri.... Dalam mengarungi samudra kompetisi perserikatan maupun Liga Indonesia. Berawal dari perjalanan sang “Maung Bandung” yang begitu membanggakan dan menggetarkan Dunia Persepakbolaan Nasional, khususnya pada dekade tahun 1985 s/d 1995... Kala itu persib telah mampu memberikan sebuah “kebanggaan” bagi warga Kota Bandung dan masyarakat Jawa Barat, khusunya bagi para pecinta fanatik Persib. . . Ketika beberapa kali secara berturut-turut mampu tampil di Final Piala Presiden (perserikatan kala itu) dan tiga kali diantranya Persib mampu tampil sebagai “Kampioen”... Kemudian setelah itu, dilanjutkan kembali dengan merebut gelar juara pada kompetisi format baru Liga Indonesia I. Semua prestasi tersebut, tentu saja menjadikan Persib bak Legenda di Dunia Persepakbolaan Nasional dan legenda tersebut tentu saja harus dilestarikan...

Terutama oleh kita selaku bobotoh fanatiknya. Totalitas yang telah diberikan oleh Persib kala itu dijawab dengan “Totalitas” oleh sekelompok pendukung Persib di tribun selatan, yang kelak menjadi cikal bakal dari terbentuknya Viking Persib Club. Dari seringnya pertemuan diantara mereka ketika membeikan dukungan kepada Persib, secara tidak langsung kemudian terbentuklah sebuah komunitas yang “Militan” dan memberikan segala letupan emosi mereka hanya untuk sang ”Idola” Persib “Maung Bandung”. Melalui prakarsa salah seorang diantara mereka, maka lahirlah sebuah kesepakatan serta komitmen untuk mendirikan sebuah wadah untuk menyatukan “Rasa Cinta” mereka terhadap Persib “Maung Bandung”. Akhirnya, setelah melalui beberapa kali pertemuan, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1993 di sebuah rumah Bahu di jalan Kancra No.34 Buah Batu Bandung terwujudlah “Kesepakatan” tersebut dengan lahirnya sebuah kelompok supporter Persib... Dengan nama Viking Persib Club.

Nama viking diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami kawasan Skandinavia di Eropa Utara. Suku bangsa tersebut terkenal memiliki karakter yang gigih, solid, militan, patriotis, berani, pantang menyerah dan berjiwa penakluk. Semangat dan karakter seperti itulah yang kelak dicoba untuk “Mendasari” semangat karakter para bobotoh Persib... Khususnya anggota Viking Persib BandungClub. Dengan memiliki semangat serta karakter seperti itu... Diharapkan “Totalitas serta Loyalitas” dari para bobotoh Persib akan terus berkibar.. Dan hal itu sangat diperlukan dalam menjaga “kehormatan” Persib selaku tim kesayangan kita semua, agar tetap lestari... Khususnya di Bumi Parahyangan ini, serta di kancah Persepakbolaan Nasional pada umumnya. Perjalan waktu, kebersamaan, hubungan pertemanan dan “ kesamaan rasa cinta” yang terbina... Pada akhirnya menjadikan Viking Persib Club sebagai sebuah kelompok supporter yang selalu “eksis” dan dapat bertahan sampai dengan saat ini, bahkan mampu berkembang menjadi sebuah kelompok dengan Basis Massa yang sangat Besar Rasa “Persaudaraan” diantara sesama anggota merupakan landasan dari Viking Persib Club, sedangkan “Totalitas” serta “Loyalitas” terhadap Persib merupakan dasar tebentuknya. Dengan segala formalitasnya seperti saat ini...



Viking tetap akan mempertahankan “ciri khasnya”... Independen dan bercirikan rasa “kekeluargaan” yang tinggi diantara sesama anggotanya... Memang hal tersebutlah yang diyakini akan dapat menjaga serta menjadi perekat diantara seluruh anggota Viking Persib Club...dengan begitu ...keberadaan Viking sebagai “kelompok bobotoh” Persib dapat bertahan terus selamanya...sehingga Viking secara total dapat memberikan kontribusinya terhadap Persib dengan memberikan dukungan dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun

History This Is Arema Malang






Aremania menjadi barometer kreasi suporter yang ada di Indonesia. Pernyataan tersebut memang tidak berlebihan. Bisa dilihat dari pertandingan-pertandingan kandang yang selalu penuh kreasi. Bahkan diluar kandang-pun mereka total, bukan hanya datang untuk mendukung, tetapi juga memberikan sebuah kreatifitas yang bahkan bisa disebut juga sebagai atraksi. 

Seringkali kita melihat ketika Arema bermain dikandang terhibur dengan kreasi-kreasi segar dan berbeda dengan suporter di Indonesia pada umumnya. Salah satu kreasinya keluar dari tribun utara Stadion Kanjuruhan. Berbagai kelompok suporter dan korwil ada disana. Salah satunya yang sering disebut dengan kelompok THIS IS AREMA. Siapakah mereka?

Rabu, 26 September 2012 ONGISNADE berkesempatan silahturahmi pada keluarga besar kelompok THIS IS AREMA yang bertempat di daerah Jl. Gajayana gang 1. Disana ONGISNADE berkenalan dengan nawak-nawak yang mendukung Arema identik dengan giant flag, flare,dsb dalam mendukung Arema.

Nama THIS IS AREMA yang melekat pada mereka didapat dari orang-orang yang menyebut mereka dengan sebutan Arek This Is. Wajar, karena kebetulan kelompok ini sering terlihat di stadion dengan atribut bendera, kaos, spanduk, dll bertuliskan THIS IS AREMA. “Sebenarnya bukan kami yang menamakan kelompok kami (dengan sebutan This Is Arema), hanya saja memang kami yang menciptakan tulisan This Is Arema,” terang Yoyok salah satu anggota komunitas This Is Arema kepada ONGISNADE.

Anggota mereka tersebar dari berbagai daerah. Namun kebanyakan dari mereka berasal dari Dinoyo. Meski begitu mereka bukanlah kelompok yang berangkat dari korwil setempat. Jadi sangat wajar jika sebagian dari mereka berasal dari daerah lain. Mereka tidak menerapkan struktur organisasi yang memiliki pengurus khusus sendiri. Siapapun juga dari mereka bisa memberikan ide, uneg-uneg atau masukan untuk kreasi-kreasi yang akan ditampilkan di stadion.

Mereka juga tidak menerapkan member resmi. Siapapun bebas menjadi bagian dari mereka asal dapat bertanggung jawab dengan nama kelompok dan juga memiliki komitmen kebersamaan. “Walaupun begitu, bukan berarti kami tidak dapat mengontrol anak-anak (internal) kelompok THIS IS AREMA, bukan berarti dengan nama besar THIS IS AREMA anak-anak bisa semena-mena dimanapun menggunakan nama kelompok,” tegas Yoyok.

Untuk kegiatan diluar lapangan, mereka biasanya hanya ngopi dan kumpul-kumpul biasa. Mereka hampir tidak pernah mengadakan acara resmi yang besar dan melibatkan keluarga besar tim Arema. Sekalipun pernah, itu hanya ketika terjadi bencana alam Merapi di tahun 2010. Mereka turun jalan untuk mencari sumbangan dari masyarakat. Seluruh hasil yang didapat dari charity yang mereka adakan disampaikan langsung kepada korban bencana alam.

Jika Arema bermain tandang, kelompok THIS IS AREMA juga aktif dalam tour. Palembang, Padang, Kalimantan dan hampir seluruh klub yang ada di Pulau Jawa pernah mereka singgahi. Dengan peralatan suporter dan atribut lengkap, mereka setia untuk mendukung Arema. Ketika ONGISNADE menanyakan suka-duka kelompok ini, mereka menjawab hampir tidak ada duka. Kebersamaan yang selalu membawa mereka untuk selalu suka. 

History Pasoepati Solo





Pasoepati adalah nama sebuah kelompok suporter sepak bola yang berasal dari kota Solo. Terbentuknya Pasoepati tidak terlepas dengan kehadiran klub sepak bola Pelita Jaya yang pernah berkandang di stadion Manahan tahun 2000 lalu.
Sembilan Februari 2000 lahirlah kelompok suporter klub Pelita, bernama Pasukan Soeporter Pelita Sejati atau yang disingkat dengan sebutan Pasoepati. Sinergi Pelita dan Pasoepati saat itu menjadi gairah baru yang mempersatukan publik bola Solo dan sekitarnya. Pasoepati adalah hasil akal budi seorang praktisi periklanan Solo, Mayor Haristanto.

Ia mengambil prakarsa ketika tak ada wong Solo berani jemput bola guna membangun organisasi suporter ketika publik bola Solo terserang euforia karena tiba-tiba hadir tim elit Liga Indonesia di kotanya.

Dengan menunggangi gairah warga Solo yang meluap, dipadu sinergi cerdas dengan media massa lokal dan nasional, Pasoepati meroket menjadi meteor di kancah persepakbolaan nasional.
Dalam perjalanan Pasoepati yang kini sudah berumur lebih dari 11 tahun ini, Pasoepati tercatat sudah memberikan dukungannya kepada empat klub sepak bola yang pernah bermarkas di kota Solo.

Diawali di tahun 2000 dengan kehadiran klub Pelita Jaya yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Pasoepati. Di tahun 2003, hengkangnya Pelita dari kota Solo kemudian digantikan oleh klub asal Jakarta Timur yang kemudian meleburkan namanya sebagai Persijatim Solo FC.


Namun, nostalgia Pasoepati dengan Persijatim ternyata hanya berlangsung selama 3 tahun. Dan di tahun 2006, Pasoepati akhirnya mengikrarkan dirinya untuk mendukung klub sepak bola asli daerah, Persis Solo, seiring juga prestasinya berpromosi ke Divisi Utama.
Mengawali tahun 2011, digulirkannya kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dan juga lahirnya klub sepak bola Solo FC, membuat Pasoepati turut serta menjadi suporter bagi klub Solo FC yang berkompetisi di Liga Primer.

Namun, karena pada pertengahan tahun 2011 klub Solo FC melakukan merger dengan klub Persis Solo, maka Pasoepati kini hanya menjadi suporter bagi satu-satunya klub sepak bola asal kota bengawan, Persis Solo.
Jangan pernah bertanya tentang loyalitas kepada Pasoepati. Meski harus dihadapkan dengan situasi klub kebanggaannya Persis Solo ,yang saat ini terbilang minim sekali prestasi, Pasoepati tetaplah menjadi suporter setia dan mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap klub yang didukungnya.


Meski lahir dan besar di kota Solo, namun Pasoepati juga mendapatkan dukungan dari masyarakat luas di kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Salatiga dan Wonogiri.
Dukungan luas dari berbagai daerah menjadikan Pasoepati sebagai salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia. Keberadaan Pasoepati telah berhasil menjadi wadah pemersatu puluhan ribu warga Solo dan sekitarnya untuk bisa saling bersatu, saling bahu-membahu mendukung sebuah klub sepak bola yang bisa membuat bangga kota Solo tercinta. (adjiwae)

Berdiri :
Rabu Legi, 9 Februari 2000 di Griya Reka Grupe Mayor, Jalan Kolonel Sugiyono 37, Solo.

Pencetus nama :
Suwarmin

Bunda Pasoepati :
Kris Pujiatni, S.Psi

Pendiri :
Arno Suparno, Bambang Eko S, Bimo Putranto, Dencis, Deny Susanto, Donny, Dwi, Hariyanto, Iwan Budi Prasetyo, Maeda Daneswara, Mashadi ¬タワPete¬タン, Mayor Haristanto, Rio, Siswanto, Sukimo, Sukirno, Supriyadi ¬タワAteng¬タン, Suwandi, Suwarmin, Tommy,Wawan.

History Boromania Bojonegoro




Pada Kompetisi Nasional Divisi II Tahun 2003-2004 Persibo berhasil merengkuh gelar Juara Divisi II Nasional  untuk kali pertama dan pada tahun 2007-2008 persibo kembali merengkuh juara Divisi I Nasional,sekaligus promosi ke Divisi Utama.Pada perjalannya di Divisi Utama tersebut tahun 2008-2009 persibo hanya nangkring di posisi ke-6 Wilayah Timur .

Namun pada kompetisi Divisi Utama berikutnya ,tepatnya tahun 2009-2010 PERSIBO berhasil menjadi yang terbaik dengan menyabet juara Divisi Utama Nasional atau yang saat itu disebut Liga Joss . Selain dalam pentas Liga, laskar Angling Dharma juga mampu tampil luar biasa dalam gelaran Copa Indonesia, terbukti banyak tim-tim besar berhasil ditumbangkan,semisal Pelita Jaya,Arema Malang. Sehingga Predikat The Giant Killer “Sang Pembunuh Raksasa” berhasil diraih dalam genggamannya. Seiring prestasi yang direngkuhnya oleh tim yang bermarkas di Stadion Letjend H. Soedirman, menjadikan jumlah pendukung fanatiknya “Boromania” senantiasa mengalami peningkatan. Oleh karenanya tidak heran jika Persibo dan Boromania sering menjadi bahan perbincangan dalam kancah persepakbolaan nasional.



Dengan torehan tersebut, menjadikan warga Bojonegoro yang berada di perantauan maupun yang di dalam kota bojonegoro sendiri tentunya ingin mengetahui perkembangan tim dari tanah kelahirannya.Karena itu dalam pendirian Boromania saat itu dipimpin Abdul Karim atau yang di panggil Cak Doel, berhasil menggabungkan elemen suporter Bojonegoro dengan sebutan fanatiknya " BOROMANIA "

Bukan itu saja dalam dunia maya pun suporter Boromania membentuk sebuah elemen suporter dunia maya dengan sebutan "BOROMANIA CYBER"dan pada tahun 2009 pucuk pimpinan Boromania mengalami pergantian dari Pak Abdul Karim ke Bapak Basar."
Seiring berjalannya waktu dan kondisi akhirnya jumlah suporter Boromania yang terdaftar di DPP BOROMANIA berjumlah sekitar 10.000 suporter fanatiknya.Karena itu sebagai putra daerah kita harus selalu dan selalu mendukung terus perjalanan PERSIBO di pentas persepakbolaan Nasional.

sumber - http://www.boromania.net/2011/09/sejarah-boromania.html

History Green Nord 27 Surabaya







Green nord’27, hanyalah sebuah nama untuk tribun di stadion. Tepatnya di tribun Utara. Dilihat dari sisi penamaan sudah sangat jelas, ‘NORD’ = North yang dalam bahasa Indonesia adalah Utara. Sedangkan ‘GREEN” dan 27 di ambil dari warna kebanggaan Persebaya dan tahun kelahiran Persebaya. Analoginya seperti di Stadion Old Trafford yang rencanaya akan memberikan nama “Sir Alex Ferguson” sebagai nama tribun Utara di stadion tersebut. Perlu diketahui juga, bahwa Green Nord’27 bukanlah nama kelompok suporter baru dan juga bukan sebuah komunitas. Green Nord’27 adalah milik kita bersama Bukan milik komunitas tertentu. Tidak ada yg mendominasi, tidak ada yg memonopoli, Tidak ada yg merasa paling heroik, paling berjasa dan merasa paling memiliki. Semua Satu Hati, Satu Sikap dan Satu Tindakan.

Green Nord 27 merupakan kepemilikan kolektif, dimiliki secara bersama
Keyakinanlah yg membuat kita semakin solid dan kuat. Di dalam tribun Green Nord’27 sendiri terdapat berbagai macam komunitas Bonek dan Bonek yang tidak berkomunitas. Mereka berkumpul disana dengan persamaan visi dan misi. Yaitu dengan total, loyal dan royal dalam memberikan dukungan kepada Persebaya. Yang tentunya tidak hanya bersorak “Hore” saat Persebaya meraih kemenangan dan berprestasi. Tetapi juga turut merasakan sedih di kalah Persebaya sedang terpuruk. Kalah tetap ku dukung, Menang ku sanjung. Tapi tidak hanya itu saja, juga tidak segan untuk memberikan kritikan kepada Persebaya. Baik itu pelatih maupun manajemen yang dianggap telah salah dalam mengambil keputusan maupun hal-hal lainnya.

Dalam perjalanannya dan dinamika yang terjadi, Green Nord’27 banyak yang beranggapan bahwa itu nama suporter baru dan komunitas baru. Bahkan banyak isu-isu yang di hembuskan untuk ditujukan pada Green Nord’27. Mulai nama, balaclava, warna baju, logo, salam dan tentunya yang paling ‘WOW’ adalah pendanaan. Tentang nama jelas telah di singgung di atas. Kemudian tentang penggunaan balaclava. Yah, Balaclavas atau topeng, Garis besarnya untuk melindungi kita dari percikan api red flare dan kepulan asap smoke bomb. Yang lain just style (Multifungsi). Kalau toh dipakai terus saat di dalam stadion tentu saja akan kesulitan mengeluarkan suara dan akan tidak terdengar jelas saat melakukan “chant’. Jadi balaclava ketika di dalam stadion lebih kepada fungsi safetynya. Untuk di luar, itu bisa di pakai semacam slayer saat mengendarai sepeda motor agar tidak terkena asap polusi dan debu hehehe......

Kemudian mengenai warna baju, ada yang mengatakan “Bonek kok ireng, Bonek iku Ijo”. Kalau menurut pendapat pribadi penulis, yang Ijo itu Persebaya bukan Boneknya. Bonek hanya mengikuti apa yang di pakai Persebaya. Sedangkan kita semua tentu mengerti, banyak juga kaos atau t-shirt yang mengatasnamakan Bonek juga berwarna hitam dan bahkan ada yang berwarna silver dan lain sebagainya. Toh, kalau penulis boleh berpendapat lagi. Penggunaan warna itu di dasari oleh selera dan minat dari tiap-tiap individu maupun komunitas. Serta ketika kita berbicara mengenai pangsa pasar, masih ingat betul ketika ada sebuah pembicaraan dengan seseorang yang menggeluti dunia fashion. “Kaos Bonek itu tidak perlu selalu warna hijau, juga perlu didesain yang semenarik mungkin jika nantinya kaos tersebut bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan tidak hanya di pakai saat mendukung Persebaya”. Jujur, itu sebuah wacana menarik. Kaos Bonek juga bisa di desain semenarik dan sesimple mungkin sehingga juga bisa digunakan untuk kongkow-kongkow di mall atau di tempat-tempat lainnya. Oke, kembali ke permasalahan Green Nord’27. Salah satu alasannya seperti yang sudah di utarakan di atas. Tapi kami juga ingin menepis anggapan yang ditujukan kepada kami bahwa kami telah merubah ‘ciri khas’ dengan cara mensosialisasikan penggunaan jersey Persebaya di saat mendukung Persebaya.


Logo, bukan berarti sebuah logo tanpa makna. Logo bisa di katakan sebagai sebuah simbolisasi identitas. Ketika berbicara logo Bonek tentu “cangkem mangap” kenapa penulis tidak mengatakan “ndas mangap” ? mudah jawabannya, yang mangap itu mulut atau kepalanya? Disitulah letak jawabannya. Logo Bonek merupakan sebuah simbolisasi identitas yang menggambarkan tentang sebuah semangat untuk memberikan dukungan kepada Persebaya. Yang kemudian logo Bonek pun juga banyak berubah dan banyak dimodifikasi dari logo aslinya. Kenapa terjadi? Tentu saja itu juga ada hubungannya dengan sebuah identitas, minat serta fashion. Langsung saja ke pembahasan logo yang sering di pakai Green Nord’27. alasannya cukup simple, yaitu sama seperti apa yang menjadi landasan alasan memakai balaclava. Itu hanya sebagai sebuah simbol dan identitas saja yang menggambarkan cara memberikan dukungan kepada Persebaya sebagai bentuk kreatifitas, dan tentunya tidak meninggalkan apa yang sudah menjadi warisan tentang logo Bonek. Semoga disini sudah jelas alasannya.


Salam, Salam yang selama ini dan sudah menjadi paten bagi Bonek adalah Salam Satu Nyali dan kemudian di jawab dengan WANI !. ketika ada yang mengatakan Green Nord’27 merubah salam tersebut adalah salah besar dan itu hanya tuduhan ngawur. Salam tetap Assalamu Alaikum (Bagi umat Islam) dan Salam sejahtera (Bagi Non-Islam) itu ketika kita bertegur sapa. Untuk Salam Satu Nyali tetap di gunakan sebagai salam yang kedua setelah salam pembuka ketika sedang ada acara seperti kopdar atau acara-acara lainnya. Sekarang kalau boleh penulis bertanya, apakah setiap Bonek tahu sejak kapan penggunaan Salam Satu Nyali tersebut? Akan sangat disayangkan ketika kita dengan tegas mengatakan “Salam e Bonek kaet biyen iku Salam Satu Nyali” Tapi tidak tahu kapan salam itu mulai dipergunakan. Penulis berani bilang seperti ini karena tahu sejak kapan salam tersebut di gunakan meskipun tidak ikut secara langsung namun mendapat sumber dan referensi yang terpercaya. Kemudian menanggapi mengenai salam yang sering muncul dan yang sering dikatakan ‘merubah’ salamnya Bonek yaitu “Salam Manis Loyalis Persebaya”. Salam itu muncul ketika adanya konflik dualisme Persebaya. yang tentunya bertujuan menunjukkan bahwa Bonek itu “Loyal” terhadap Persebaya. Selain itu salam itu juga hanya sifatnya untuk ‘Guyon’ saja. Seperti halnya adanya “Salam Assololey, Salam Dua Kursi dan lain sebagainya. Sekali lagi kami tekankan salam kami tetap Assalamu Alaikum dan Salam Sejahtera, kemudian dilanjut dengan SALAM SATU NYALI !!

Dan terakhir adalah Pendanaan. Kenapa penulis di atas mengatakan paling ‘WOW’ ? karena ini adalah hal yang paling vital dan munculnya isu-isu yang terkait tentang pendanaan tersebut. Muncul anggapan bahwa setiap kali kreatifitas dan aksi yang dilakukan oleh Green Nord’27 berasal dari sebuah ‘Dana Gelap’. Dana gelap disini yang dimaksudkan adalah adanya back-up dari salah satu Partai Politik. Cukup aneh ketika anggapan tersebut ditujukan kepada Green Nord’27, Padahal di dalam Green Nord’27 sendiri sering didengungkan menolak Politisasi dalam sepakbola. Khususnya di Persebaya dan terlebih lagi di dalam dunia suporter yang biasanya hanya akan dimanfaatkan sebagai komoditas saja oleh para elit politik. Kalau boleh tebuka mengenai dana yang selama ini dipakai untuk kreatifitas dan aksi Green Nord’27, itu semua murni dr dulur2 yang ada di tribun kami. Setiap kali kopdar, akan selalu ada memutar kardus u/ pendanaan. Itupun dengan tarikan seikhlasnya tanpa ada paksaan. Tentunya Hasil pasti diumumkan. Selain itu dana yang di dapat juga berasal dari beberapa dulur-dulur Bonek yang ikhlas memberikan sedikit bantuan untuk kreatifitas dan aksi atraksi Green Nord’27. Ambil contoh dari beberapa elemen bonek dan non-elemen yang tergabung di tribun Green Nord’27, mereka dengan sukarela dan ikhlas memberikan sedikit bantuan untuk kreatifitas. Tentu juga banyak yang tahu khususnya dulur-dulur yang mengikuti perkembangan Green Nord’27, sering melakukan penggalangan dana untuk aksi. Berapa pun di terima. Termasuk saat adanya pelelangan jersey pemain, jualan nomer cantik, stiker, kaos dan masih banyak lainnya.

 Itu semua dana murni bukan dari 'parpol'. Selain itu juga berswadaya membentuk badan usaha dari penjualan T-shirt dan keuntungan 100% untuk biaya Kreatifitas. 100% murni dana yang didapat dari hasil penjualan T-shirt, Flare, Sticker, Jersey dll. Bukan dari dana gelap PARPOL. Dari kerja keras dan usaha para dulur2, Green Nord’27 pernah diundang ON AIR radio EBSFM Clear Eurovaganza di Jl.Raya Darmo. #CarFreeDay uang pembinaan 900rb untuk atraksi. Dan juga Uang pembinaan 500rb kami dapat dari hasil The Best Yel-Yel supporter Satu Nyali Cup Futsal. Dan setiap selesai atraksi pasti akan ada LPJ dari hasil dana yang di dapat tersebut. Transparan dan tidak ditutup-tutupi, karena masalah Uang adalah masalah yang sangat vital. Kami dengan tegas dan lantang mengatakan "AGAINST POLITICAL FOOTBALL". Silahkan diberikan bukti dan fakta mengenai adanya dana gelap dari parpol. Kami Ada Kami Bisa, Together We Can Because We Are Family. (KK)

History Paser Bumi Bantul




Berbekal dari keinginan masyarakat Bantul untuk melihat tim kesayangannya PERSIBA Bantul dapat berbicara di kancah sepakbola nasional, maka dari segelintir individu pecinta bola di Bantul muncullah gagasan untuk membentuk organisasi suporter modern Bantul. Sebelum Paserbumi berdiri dibentuklah PPISB (Panitia Pembentukan Ikatan Suporter Bantul) yang kemudian mendapatkan respon dari Bapak Bupati dan Pemda Kabupaten Bantul. 
Diadakanlah Sayembara atau Lomba Logo dan Wadah Suporter yang diadakan oleh Panitia Lomba Logo dan Wadah Suporter dari unsur Pemda dan Perwakilan PPISB.

Panitia menetapkan nominasi nama wadah suporter yaitu Kaisar, Baskara, Banaspati, Paseban, Paserbumi. Dan pada tanggal 9 Mei 2004 dalam Sidang Istimewa Suporter Persiba Bantul yang diselenggarakan di gedung DPRD Kabupaten Bantul, nama “PASERBUMI” (Pasukan Suporter Bantul Militan) terpilih sebagai nama ikatan suporter Bantul. Pada tanggal 8 Juli 2004 Paserbumi secara resmi dikukuhkan oleh Bapak Bupati Bantul Drs. H.M. Idham Samawi.

Pada awal berdiri jumlah bergodo/laskar baru 32 bergodo. Awal kiprahnya, PASERBUMI turut mendukung PERSIBA pada Kompetisi Divisi II PSSI tahun 2004 dan PERSIBA berhasil lolos ke Divisi I PSSI.

Dalam perkembangannya jumlah bregodo PASERBUMI makin bertambah, pada pelaksanaan Musyawarah Anggota (Musta) I yang diselenggarakan 30 Januari 2005 tercatat 80 bregodo. Dan sampai bulan Februari 2006 jumlah anggota Paserbumi mencapai 123 bergodo. Begitu besarnya semangat masyarakat Bantul untuk mendukung Tim Persiba.

History Slemania Sleman




The game isn't the game without its supporters. Suatu pertandingan tidak berarti tanpa kehadiran suporter. Bagi pemain sepakbola, suporter adalah pemberi semangat dan saksi hidup atas pencapaian mereka di lapangan. Bagi klub sepakbola, suporter adalah salah satu sumber keuangan utama selain sponsor dan televisi. Suporter banyak memberi andil bagi pemasukan keuangan klub dengan pembelian tiket maupun souvenir klub.


Saat ini, suporter bukanlah orang yang hanya datang ke stadion untuk duduk dan melihat pertandingan sambil makan kacang. Mereka secara aktif bernyanyi, bergerak, menyalakan kembang api, atau bom asap. Tribun-tribun stadion telah menjadi panggung dari sebuah pentas raksasa yang dilakukan oleh suporter sepakbola. Slemania merupakan organisasi sekaligus identitas bagi pendukung kesebelasan PSS Sleman. Slemania memiliki organisasi bagian untuk suporter perempuan yang bernama Slemanona. Slemania dideklarasikan di Ghriya Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta pada 22 Desember 2000 . Saat ini Slemania memiliki tidak kurang dari 8.000 anggota dan 20.000 simpatisan yang tergabung dalam 200an laskar (organisasi internal) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Anggota Slemania sangat beranekaragam dari yang tidak mengenyam bangku sekolah sampai yang menempuh jenjang pendidikan tinggi. Begitu juga dengan latar belakang ekonomi dan profesi.


Slemania memiliki slogan sebagai "Suporter Edan Tapi Sopan", dan pernah terpilih sebagai nominator suporter favorit dalam Sepak Bola Award-ANTV 2003 bersama The Jakmania dan Laskar Benteng Viola. The Jakmania akhirnya terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut. Slemania kembali terpilih sebagai nominator dalam Sepak Bola Award-ANTV 2004 bersama dengan Viking Persib dan The Macz Man. Slemania akhirnya meraih penghargaan tersebut. Dalam kelompok suporter Slemania dikenal istilah anggota dan simpatisan Slemania. Istilah anggota dan simpatisan digunakan untuk membedakan tingkat militansi dan keaktifan seseorang di Slemania. Salah satu kebiasaan anggota Slemania adalah menempati tribun (tempat) khusus yang disebut tribun Slemania, dan biasa bernyanyi dan beratraksi saat pertandingan.

History The Jakmania Jakarta






The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
  
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI JakartaSutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter  Commandos Pelita JayaThe Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.


Dengan latar belakang pentingnya kebutuhan akan informasi serta dilain sisi untuk mengenalkan lebih jauh mengenai The Jakmania sebagai salah satu suporter modern yang ada di Indonesia, maka berkumpullah beberapa anggota The Jakmania yang suka chatting, berdiskusi untuk membuat ide pembuatan sarana informasi dan komunikasi tersebut melalui pembuatan situs resmi The Jakmania dan Persija Jakarta.


Selain itu masukan berupa saran dan pesan dari berbagai kalangan masyarakat Jakarta yang tinggal di Jakarta maupun di luar kota Jakarta sangat membantu dalam pendirian situs tersebut . Pada akhirnya Situs The Jakmania Online dengan web address http://www.jakmania.net, diluncurkan atau soft launching pada tanggal 7 Juni 2001. Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya web address Jakmania Online mengalami perubahan. Sejak tahun 2002, alamat situs The Jakmania menjadi http://www.jakmania.org dan sekarang mengalami perubahan menjadi http://www.jakonline.asia.
Kamis, 30 Mei 2013

Counter

Jak Online Liga Indonesia Goal.Com Ultras Tifo

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Protection Status

- Copyright © Welcome To Supporter Indonesian Ultras -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -